Artikel Jamur

Jamur Shitake

jamur shitakeShiitake dalam bahasa Tionghoa disebut xianggu (jamur harum), sedangkan yang berkualitas tinggi dengan payung yang lebih tebal disebut donggu (jamur musim dingin) atau huagu (jamur bunga), karena pada bagian atas permukaan payung terdapat motif retak-retak seperti bunga mekar.

Jamur yang dikenal dengan sebutan ‘Chinese Black Mushroom’ ini memiliki ukuran yang tidak besar di banding jamur lainnya, seperti contohnya jamur tiram. Tudungnya berdiameter 3 – 20 cm atau rata-rata 5 – 12 cm, tudung tersebut ditopang oleh tangkai setinggi 8 – 13 mm. Warna tudung cokelat muda sampai tua, kadangkala ada yg berbintik-bintik putih atau biasa disebut renda. Shiitake muda memiliki tudung kuncup dan berbentuk cembung, kemudian setelah tua berangsur mekar dan mendatar. Daging buah jamur shiitake putih, dan elastis pada kondisi segar, namun setelah kering menjadi sedikit keras.

Jika dibandingkan dengan jamur lainnya, jamur shiitake paling mudah tumbuh di kayu gelondongan dan kayu gergajian. Penanaman di media tumbuh tersebut membutuhkan masa panen antar 6 – 12 bulan. Namun jika cara budidaya jamur shiitake dilakukan secara intensif maka masa panennya bisa dipercepat menjadi 3 bulan.

Seperti jamur lainnya, shiitake juga membutuhkan lingkungan yang lembab untuk tempat tumbuhnya. Kelembaban ideal yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya jamur shiitake ini adalah 80 – 85%. Agar jamur shiitake tumbuh dengan baik, harus memiliki kondisi lingkungan yang sejuk dengan suhu berkisar 10 – 24˚C.

Potensi bisnis jamur shiitake sangat bagus, hal ini dibuktikan dari harga jual jamur dipasaran yang terbilang mahal. Walaupun bentuknya kecil namun jamur ini memiliki rasa yang enak dan manfaat yang cukup besar bagi kesetahan. Jamur shiitake kaya akan protein yang berperan baik untuk menunjang kesehatan tubuh, selain itu juga mengandung asam amino yang di butuhkan tubuh seperti thiamin, riboflavin dan niachin, serta mengandung enzim dan beberapa jenis serat.

Aneka olahan jamur shiitake juga sudah banyak, seperti di Jepang, shiitake digunakan sebagai isi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon dan juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shitake. Kemudian untuk bahan herbal, shiitake diolah dalam bentuk serbuk, pil atau kapsul.

Sumber gambar : http://shape-indonesia.com/UserFiles/Image/Jamur-Shiitake.JPG