Meningkatkan Hasil Panen Jamur Tiram

baglog jamurMenghasilkan produk jamur tiram yang bagus dan berlimpah pastilah menjadi harapan bagi semua petani, karna dengan begitu keuntungan yang didapat pun sudah pasti memuaskan. Kenyataan memang tak selalu sesuai dengan harapan, di beberapa tempat ternyata masih ada beberapa petani jamur tiram yang belum mampu mencapai hasil panen maksimalnya.

Menjalankan bisnis jamur memang membutuhkan ketekunan, ketelitian dan sedikit teknik. Tanpa kita sadari ternyata banyak hal-hal sederhana yang belum kita ketahui, yang justru merupakan cara ampuh untuk meningkatkan hasil panen. Baglog sebagai media tanam jamur memang dipersiapkan untuk kebutuhan pertumbuhan jamur. Dirancang sedemikian rupa dengan tambahan nutrisi, sehingga diharapkan jamur yang akan tumbuh dapat memiliki kualitas yang baik dan dapat hidup secara berlanjut. Nah, salah satu teknik sederhana untuk meningkatkan hasil panen jamur tiram yaitu saat proses pemberian lubang pada baglog jamur.

Saat spora telah menyebar pada seluruh bagian baglog, di tahap inilah jamur tiram siap tumbuh. Pada saat itu kita dapat memberikan lubang pada baglog, inilah bagian penting agar mendapatkan hasil panen yang maksimal. Lakukan dengan cara melubangi bagian atas tanpa membuka kapas penutup. Buat 2-3 lubang dan biarkan jamur tumbuh. Kemudian pada panen berikutnya buat kembali lubang di tempat berbeda dengan jumlah lubang lebih banyak. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengurangi penguapan yang  terjadi pada baglog sehingga air yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal bagi pertumbuhan jamur. Bila sudah demikian otomatis bobot panen akan meningkat.

Selama ini beberapa petani masih salah dalam meperlakukan baglog jamur, mereka lebih sering langsung membuka kapas penutup pada panen pertama. Kemudian mencungkil bagian dalamnya bahkan langsung memotong plastik bagian atas, dimaksudkan agar jamur yang tumbuh lebih banyak karena bidang tumbuh lebih luas. Tanpa kita sadar hal tersebut justru teknik yang kurang tepat, baglog jamur akan mengalami penguapan yang banyak sehingga mengakibatkan cepat kering. Sebagian dari mereka ada yang berpendapat bahwa melakukan pengkabutan akan membuat media menjadi basah kembali, jika anggapan ini benar maka tidak seharusnya plastik baglog semakin hari akan semakin seperti keriput. Ini dikarenakan baglog memiliki misselium yang tebal sehingga tidak mudah menyerap air, bahkan disiram sekalipun.

Baru lah pada panen ke tiga, keempat dan seterusnya kita dapat melubangi dengan ukuran yang lebih besar, karena panen besar telah terjadi pada awal pertumbuhan dan lakukan perawatan seperti biasa.

Nah, kini sudah siapkah Anda mendapatkan hasil panen yang melimpah? Untuk itu segera lakukan pola baru pada baglog jamur, untuk mendapatkan hasil yang Anda impikan. Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat. Salam Sukses.

62 Komentar

    • Berapa banyak penyiramannya? disesuaikan dengan kebutuhan jamurnya sendiri. Yang jadi patokan bukan berapa kalinya, tapi bagaimana cara agar kumbung sesuai dengan habitat aslinya jamur.

    • Biasanya petani di Jogja hanya menggunakan Cutter atau pisau untuk membuat sayatan di Baglog. Ada baiknya sebelum di gunakan dilakukan proses sterilisasi dengan cara di bakar pada ujung pisaunya.

  1. pak saya petani jamur pemula , nah stlah saya baca artikel bpk diatas tadi , kata nya klo mebuat lubang diatas baglog tnpa mbuka pentup, nah saya sudah telanjur membuka nya , kalau saya tambah buat lubang lg dia atas bagai mna pak

    • Tujuan tutup tidak dibuka lebih untuk mengantisipasi agar air tidak mudah masuk kedalam baglog, yang bisa mengakibatkan baglog mudah busuk, atau bahkan menjadi mudah kering jika kondisi cuaca panas.

  2. “Saat spora telah menyebar pada seluruh bagian baglog, di tahap inilah jamur tiram siap tumbuh. Pada saat itu kita dapat memberikan lubang pada baglog, inilah bagian penting agar mendapatkan hasil panen yang maksimal. Lakukan dengan cara melubangi bagian atas tanpa membuka kapas penutup. Buat 2-3 lubang dan biarkan jamur tumbuh. Kemudian pada panen berikutnya buat kembali lubang di tempat berbeda dengan jumlah lubang lebih banyak. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengurangi penguapan yang terjadi pada baglog sehingga air yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal bagi pertumbuhan jamur. Bila sudah demikian otomatis bobot panen akan meningkat.”

    pertanyaan :

    berapa lama kah umur baglog nya,apa bisa sampai 3-4 bulan???

    • jika diambil estimasi, mulai dari munculnya tunas atau pin head, sampai dengan panen 7-15 hari, maka 1 baglog normal bisa dipanen berkisar 3-5x panen atau berkisar 2-3 bulan. Baglog bisa saja di pertahankan hingga panen ke 5, 6, namun perlu dipertimbangkan bobot hasil panennya.

    • kalau baglog kering secara keseluruhan, kemungkinan bibit juga mati. Kecuali kering sebagian, masih bisa diharapkan tumbuh jamuur lagi, caranya bagian yg kering dihilangkan (dipotong/ dibuang).

Tinggalkan komentar