Artikel Jamur

Belajar Mengembangkan Potensi Agribisnis Jamur Tiram

praktik pembuatan baglog jamurTingginya minat pasar terhadap produk dan beragam olahan jamur membuat banyak pihak mulai menjalankan bisnis budidaya dan pengolahan aneka jenis jamur konsumsi. Proses perawatan yang mudah dan didukung dengan kondisi iklim di Indonesia yang cocok untuk budidaya, menjadikan jamur saat ini menjadi salah satu primadona agribisnis yang banyak dikembangkan di berbagai tempat. Untuk lebih memperdalam ilmu dan pengetahuan mengenai proses budidayanya, Lantabura Media memberikan fasilitas berupa pelatihan budidaya jamur konsumsi yang bertajuk “Panen Untung Budidaya Jamur” pada hari Senin s.d. Selasa (25-26 Juli 2011).

Pelatihan yang diselenggarakan untuk kali kedua tersebut diikuti 4 (empat) orang peserta, yaitu  Rajesh (38) dari Jakarta; Muh. Juremi Paryanto dan Yusuf dari Sragen; serta Taufik Agus Nugroho (24) dari Yogyakarta. Pada sesi pelatihan kali ini, materi dibagai menjadi dua hari.  Pada hari pertama Senin (25/7), peserta dijelaskan mengenai seluk beluk cara budidaya jamur dan berbagai pengalaman terkait hal-hal teknis maupun non teknis budidayanya. Keempat peserta yang memiliki background berbeda-beda tampak larut dan antusias dalam ‘menyantap’ materi yang disampaikan.

tahapan pemadatan baglogSesi teori yang dikemas secara santai membuat peserta tidak ragu untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. Setelah memperoleh gambaran materi secara teori, peserta kemudian diajak mengunjungi salah seorang petani jamur untuk melihat dan berbagi pengalaman dengan petaninya langsung. Pada kesempatan tersebut, peserta pelatihan juga berkesempatan mengunjungi Aneka Mesin untuk melihat proses produksi mesin-mesin teknologi tepat guna. Tidak ketinggalan, mesin produksi jamur seperti press/ mesin baglog jamur dan mesin spinner untuk peniris minyak juga disampaikan oleh staff teknik kepada para peserta.

peserta pelatihan jamurPada hari kedua pelatihan Selasa (26/7), peserta melakukan praktik langsung proses pembuatan media tanam (baglog) dan beragam teknik budidayanya. Pada sesi inilah, peserta berkesempatan untuk mempraktikkan materi teori yang diperolehnya pada hari pertama. Materi praktik dimulai dari pemilihan bahan baku produksi yang baik, sampai dengan tahapan media tanam (baglog) siap untuk dibudidayakan. Setelah memperoleh gambaran langsung produksinya, sesi pelatihan diakhiri dengan kunjungan ke salah satu petani jamur yang menerapkan sistem penyiraman (raising) secara otomatis.

Tim training bisnisUKM