Produksi Jamur di Purworejo Belum Mencukupi Permintaan Pasar

petani jamurBesarnya perkembangan pasar jamur saat ini, memang banyak dijadikan sebagai peluang yang mendatangkan keuntungan berlipat oleh banyak orang. Bahkan kini hampir di setiap daerah telah memiliki petani-petani jamur yang siap memasok kebutuhan pasar jamur di berbagai tempat.

Hal tersebut ternyata juga dirasakan oleh salah satu warga Banyuurip Purworejo, Banu Sulaksono. Pria 38 tahun ini merupakan salah satu dari 5 petani jamur tiram di Purworejo. Kecilnya persaingan pasar di kota ini membuat Banu memiliki kesempatan untuk memanen untung dari budidaya jamur.

Sedikitnya pelaku usaha yang bergerak di bidang budidaya jamur tiram membuat permintaan membludak. Banu pun mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan yang datang padanya karena kapasitas produksinya sendiri masih terbatas. Banu sendiri hanya memiliki sekitar 1.500 baglog yang siap produksi dengan hasil panen perhari sekitar 10 kg jamur tiram.

Selama ini Banu memasarkan hasil panennya ke pedagang di Pasar Baledono Purworejo. Pedagang menjual jamur tersebut dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Selain itu ada juga pelanggan yang melakukan pemesanan beberapa hari sebelum pengiriman, sehingga berapapun hasil produksinya sudah dipastikan akan habis terjual.

Bukti adanya produksi jamur di Purworejo belum mencukupi pasar, sebenarnya dapat dijadikan peluang bagi para calon pelaku usaha budidaya jamur atau bahkan yang sudah menjalankan usaha tersbut, untuk bisa mengambil kesempatan tersebut. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan melihat begitu besar pasar yang tersedia. Siapa tahu Anda adalah salah satunya. Salam sukses.

sumber gambar: http://v-images2.antarafoto.com/gec/1279005609/ekonomi%20dan%20bisnis-panen-jamur-tiram-09.jpg