Masa Panen Jamur

panen jamurTahapan panen jamur merupakan proses akhir dari serangkaian kegiatan budidaya jamur. Hasil panen tersebut yang nantinya akan dipasarkan, baik dalam keadaan segar maupun telah menjadi aneka olahan jamur, sesuai dengan permintaan pasar. Untuk mendapatkan harga jual tinggi, kondisi produk jamur yang akan dipasarkan harus memiliki kualitas yang baik. Untuk itu sebagai seorang pembudidaya, harus tahu benar kapan waktu tepat untuk melakukan panen, bagaimana teknik memanen yang baik dan benar, serta paham akan hal-hal yang harus dilakukan setelah proses pemanenan selesai.

Setiap jenis jamur memiliki masa panen masing-masing, untuk itu jika Anda serius untuk menjalankan bisnis budidaya jamur perhatikan benar kapan jamur harus di panen, karena hal tersebut sangat penting untuk mendapatkan kualitas jamur dengan nilai jual yang tinggi.  

Jamur Tiram

Pemanenan jamur tiram dapat dilakukan di sembarang waktu pagi, siang maupun sore. Jamur tiram yang layak panen adalah jamur yang memiliki pertumbuhan tubuh yang sudah optimal atau bisa juga sesuai dengan permintaan pasar. Selama satu periode tanam, jamur tiram dapat dipanen sebanyak 4-8 kali tergantung kondisi yang menunjang. Dalam satu baglog jamur mampu menghasilkan berat produk panen kurang lebih 750 g.

Jamur Kuping

Jamur kuping dapat dipanen setelah jamur tumbuh maksimal, dan pertumbuhan tersebut ditandai dengan gelombang yang tidak rata di tepi jamur. Dalam satu periode penanaman selama 5-6 bulan jamur kuping dapat dipanen 4–6 kali. Waktu paling tepat melakukan panen jamur kuping yaitu pada saat jamur ini beumur 3–4 minggu.

Jamur Merang

Pemanenan jamur merang harus dilakukan dengan cara hati-hati agar tidak merusak jamur yang dipanen dan calon tunas tumbuhnya. Untuk waktu panen jamur merang harus dilakukan dengan tepat waktu, yaitu pada stadia kancing sebelum stadia perpanjangan. Jamur ini harus dipetik dua kali sehari selama tiga pariode pemanenan. Jamur bisa dipanen 8–10 hari setelah penanaman bibit. Periode panen yang pertama sekitar 5 hari dan akan diikuti dengan panen berikutnya, yaitu setelah masa istirahat 5–8 hari. Proses pemanenan dapat dilakukan selama 1–2 bulan.

Jamur Shiitake

Saat tudung sudah membuka sekitar 60–70% pada masa pertumbuhan ini jamur shiitake sudah bisa di panen. Karena pada fase ini tudung sudah menampakkan lamela pada bagian bawah, tetapi pinggirannya masih sedikit menggulung. Dan keadaan jamur seperti inilah yang memiliki kualitas nilai jual tinggi, jika jamur baru dipanen melebihi masa optimal hal tersebut akan menurunkan kualitas jamur. Dengan sistem baglog, panen dapat dilakukan setelah 60–90 hari sejak penanaman bibit. Hasil panen dikatakan baik bila dalam satu baglog mampu menghasilkan sekitar 300–450 g jamur. Pemanenan jamur dapat dlakukan pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari sebelum pukul 17.00.

Jamur Champignon

Pada stadia kancing atau jamur dengan selubung yang masih tertutup, dalam fase ini jamur champignon atau yang lebih dikenal dengan jamur kancing sudah bisa dipanen. Kondisi ini biasanya terbentuk setelah 12 – 17 hari proses casing. Masa panen jamur champignon antara 30–50 hari dengan pemetikan dua kali sehari selama tiga kali periode pemanenan. Untuk menjaga agar jamur yang dipanen tidak rusak, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan menurunkan kelembapan menjadi 65–85% pada suhu 15–16˚C.

Jamur Lingzhi

Pemanenan jamur lingzhi harus dilakukan bila umur tumbuh jamur telah maksimal, yakni bila umur jamur telah memasuki usia 4–5 bulan sejak dari peletakan jamur dikumbung atau 3–4 bulan setelah misellium tumbuh penuh. Dengan demikian, akan diperoleh hasil panen yang bermutu baik. Panen dapat dilakukan pada pagi atau sore hari.

Nah, demikian informasi seputar masa panen jamur yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis budidaya jamur yang Anda tekuni. Salam sukses