Jamur Tiram Siap Jelajahi Pasar Ekspor

jamur tiramKebiasaan mengkonsumsi jamur memang sudah lama dijalankan, lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Karena manfaat dan nilai gizi yang terkandung di dalam jamur, bahkan kini negara-negara maju telah mewajibkan masyarakatnya untuk memasukkan jamur di dalam daftar belanja bahan makanan mereka. Hal tersebut membuktikan bahwa pasar Internasional memiliki peluang besar terhadap pemasaran jamur.

Meskipun Indonesia sedikit tertinggal untuk mengetahui peluang pasar jamur Internasional yaitu pada dekade 70-an, namun di masa kejayaannya tersebut sebuah perusahaan di daerah Wonosobo, Jawa Tengah pernah tercatat sebagai produsen jamur terbesar di Asia Tenggara. Hampir sebagian besar produksi jamur mereka di ekspor ke Amerika Serikat, Kanada, Timur Tengah dan Jepang.  

Dan salah satu kelompok yang akan kembali membangunkan Indonesia dari tidur panjangnya selama ini sebagai pemasok jamur konsumsi ke pasar Internasional yaitu IKJM (Ikatan Keluarga Jawa Marelan). Muhammad Yusup yang menjabat sebagai Wakil Manager IKJM adalah pria yang  telah  berhasil membantu membangkitkan IKJM dari kerugian hingga puluhan juta karena selalu gagal panen.

Yusup, begitu dia kerap di sapa, menjelaskan sebab dari kegagalan yang dialami IKJM yaitu pada sterilisasi bahan/ baglog yang tidak terjaga sehingga terkontaminasi kuman yang membuat pertumbuhan jamur berhenti. Dijelaskan juga bahwa dalam budidaya jamur tiram hal yang harus diperhatikan yaitu syarat tumbuh jamur mulai dari suhu, kelembaban, sirkulasi udara, tingkat keasaman hingga cahaya. Jika syarat tersebut sudah terpenuhi maka jamur tiram akan tumbuh dengan sempurna

Kini bersama IKJM, Yusup telah mampu menghasilkan jamur tiram sebanyak 30.000 baglog perbulan dengan mempekerjakan 8 karyawan. Dari hasil 30.000 baglog tersebut, sekitar 5.000 anggota IKJM yang menjadi penyalurnya bisa memiliki penghasilan tetap yang otomastis membantu perekonomian mereka.

Untuk harga jual, Yusup yang konsisten dalam budidaya jamur, lebih banyak menjual baglog jamur tiram. Ia menjual dengan harga yang bervariasi, untuk ukuran 20×35 mm dijual dengan harga Rp 5.000 dan ukuran 20×45 mm seharga Rp 5.500. Sedangkan jamur tiram yang siap olah dijual dengan harga Rp 25.000/ kg.

Untuk pemasaran, IKJM sudah merambah ke beberapa daerah di Indonesia seperti Batam, Jakarta, dan wilayah Sumatra Utara. Bahkan sudah banyak permintaan ekspor seperti Jepang dan Cina. Hanya saja salah satu kendalanya yaitu modal yang menyebabkan tersendatnya jumlah produksi. Namun Yusup tetap berusaha untuk bisa memenuhi permintaan pasar lokal dan Internasional nantinya.

Dan dalam waktu dekat jamur tiram siap jelajahi pasar ekspor. Selain itu Yusup bersama IKJM akan mulai membudidayakan jamur kuping, champignon, mereng, shitake, dan oister mushroom untuk menembus pasar Internasional yang peluangnya memang sudah terbuka lebar.