Artikel Jamur

Jamur Kuping

jamur kupingAgrobisnis jamur memang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan sebagai peluang usaha. Hal ini disebabkan karena agrobisnis jamur tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, selain itu bahan baku untuk penanaman jamur pun cukup mudah didapatkan yaitu dalam bentuk limbah seperti serbuk gergaji, bekatul, dan serpihan kayu. Kemudian waktu tanam jamur dari bibit hingga pemanenan relatif singkat. Keuntungan lainnya yaitu harga jual jamur dan aspek nilai gizi untuk kesehatan dan pengobatan pun terbilang tinggi.

Salah satu yang cukup dikenal yaitu jamur kuping (auricularia auricula). Jamur kuping merupakan jamur kosmopolitan atau dapat hidup dimana saja, baik di kawasan hutan, pantai maupun daerah pegunungan tinggi, namun dengan syarat tempat tersebut memiliki tingkat kelembaban yang cukup.

Jamur yang masuk ke dalam kelas Basidiomycota ini memiliki tekstur jelly yang unik. Bagian tubuh buah dari jamur kuping ini berbentuk seperti mangkuk atau kadang berbentuk cuping seperti daun telinga manusia, memiliki diameter 2-15 cm, tipis berdaging dan kenyal.

Jenis jamur kuping yang paling memiliki nilai bisnis tinggi adalah yang memiliki warna coklat pada bagian atas tubuh buah, warna hitam pada bagian bawah tubuh buah dan ukuran tubuh buah kecil. Selain itu jamur kuping juga memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat, yaitu terdiri dari kadar air 89,1, protein 4,2, lemak 8,3, karbohidrat total 82,8, serat 19,8, abu 4,7 dan nilai energi 351.

Perkembangan budidaya jamur kuping di Indonesia semakin pesat, sifatnya yang mampu bertahan hidup dimana saja inilah yang membuat budidaya jamur kuping sangat merebak di berbagai daerah. Jamur ini dapat hidup pada suhu antara 12 – 35˚C tetapi idealnya akan tumbuh dengan baik pada suhu 20 – 30˚C . Kelembaban lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jamur kuping sekitar 80 – 90%

Potensi bisnis jamur kuping di pasaran terbilang cukup baik karena harga jualnya yang relatif mahal. Oleh karena itu jamur kuping dapat menjadi alternatif usaha yang cocok untuk dikembangkan.

Aneka olahan jamur kuping pun kini mulai beragam baik digunakan sebagai produk makanan maupun sebagai produk herbal yang telah dikenal dekat oleh masyarakat. Sebagai bahan makanan, jamur kuping sering diolah menjadi sayur kimlo, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki dan bakmi jamur. Sementara untuk produk herbal biasanya dimasak hingga menghasilkan lendir yang berkhasiat sebagai penawar racun serta mampu menghambat pertumbuhan carcinoma dan sarcoma (kanker) sampai 80-90%.