Jamur Kuping, Peluang Bisnis Cepat Balik Modal

jamur kuping

jamur kuping

Banyak pertanyaan yang beredar, mengapa kini popularitas Jamur semakin meningkat?. Hal ini disebabkan karena pandangan masyarakat tentang jamur kini telah berubah. Dahulu mereka berpikir bahwa jamur merupakan tanaman sumber racun yang wajib untuk dihindari, namun kini justru berbanding terbalik, mereka bahkan rela melakukan perjalanan kuliner untuk sekedar menikmati berbagai macam olahan jamur. Lalu bagaimana dengan prospek bisnis jamur sendiri?.

Berbicara mengenai prospek sudah tentu jenis tumbuhan satu ini memiliki prospek yang sangat baik. Masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan kini lebih memilih untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan tidak dapat dipungkiri bahwa jamur merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan gizi dan manfaat bagi tubuh.

Untuk terjun dan menekuni bisnis jamur, dapat dilakukan dengan modal besar maupun kecil. Sebagai langkah awal mungkin bisa dimulai dengan budidaya jamur yang cukup mudah dan murah, misalnya saja memilih bisnis jamur kuping atau tiram. Walaupun bisa dikatakan permintaan jamur kuping dan jamur tiram cukup seimbang, namun berbicara keawetan produk, jamur kuping lebih tahan lama karena lebih sering dijual dalam bentuk kering. Harga jamur kuping kering sendiri terbilang tinggi yaitu mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kgnya.

Untuk memulai membudidayakan jamur kuping ini, bisa di awali dengan menyiapkan ruangan sekitar 50 hingga 100 meter persegi, dengan ketinggian ideal antara 3 – 7 meter. Jika tidak memiliki lahan yang cukup, Anda bisa memanfaatkan kamar kosong atau gudang yang tidak difungsikan. Ketinggian ruangan akan mempengaruhi jumlah baglog atau panen jamur, karena semakin tinggi ruang maka rak baglog jamur pun bisa menampung banyak bibit dan secara otomatis panen yang dihasilkan pun juga akan melimpah.

Jamur kuping merupakan salah satu jenis jamur yang cepat panen. Pada usia 3 bulan jamur sudah bisa dipanen. Lalu usia hingga 4 bulan adalah masa paling produktif  jamur untuk tumbuh dan dipanen. Bisa dipastikan 2 hari sekali setiap baglog bisa dipanen. Untuk per 5000 baglog jamur kuping bisa menghasilkan sekitar 20 kg jamur kering. Jadi bulan ke-4 anggap saja ada 15 kali panen dengan asumsi 2 hari sekali masa panen. Jadi keuntungan yang didapat 20 kg x 15 hari x Rp 40 ribu (asumsi harga minimal jamur kuping kering) = 12 juta.

Jika modal awal sekitar 10 juta, sudah termasuk biaya pembuatan rak serta perawatan jamur, maka bisa diasumsikan BEP akan tercapai dalam kurun waktu 5 bulan. Sedangkan pada masa tingkat produktifitas baglog jamur menurun (sekitar 5 hari sekali panen per baglognya) Anda tetap dapat memanen jamur dan bisa terus menghasilkan rupiah.

Nah, untuk menyiasati agar dapat menghasilkan panen yang terus menerus Anda sapat menanam atau menaruh usia baglog secara bervariasi. Jadi ketika rak baglog yang satu sudah bisa dipanen, rak lainnya baru memasuki tahap panen. Sehingga hasil panen selanjutnya akan susul menyusul antara rak satu dengan rak yang lain. Dan Anda pun tidak perlu khawatir karena kehabisan stok jamur jika ada konsumen yang datang untuk membeli atau jika Anda melakukan suplai kepada pedagang lainnya.

Meskipun budidaya jamur kuping tersebut tergolong mudah dan menghasilkan untung besar, namun jangan lupa untuk terus membekali diri dengan pengetahuan seputar budidaya jamur. Karena semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, maka Anda dapat melakukan strategi-strategi khusus untuk meningkatkan pendapatan.

Kedepannya kebutuhan jamur akan semakin meningkat, terutama untuk pasar mancanegara masih belum bisa terpenuhi. Dengan begitu potensi pasar jamur masih sangat terbuka lebar dan tentunya menarik untuk dicoba baik dengan modal kecil maupun modal besar. Semoga ulasan tentang Jamur Kuping, Peluang Bisnis Cepat Balik Modal ini bisa menginspirasi Anda dalam memulai bisnis. Jika mereka bisa Anda pasti bisa. Mari berbisnis. Salam sukses.