Jamur Kancing (Champignon)

jamur kancingJamur kancing merupakan jenis jamur saprofit yaitu jamur yang tumbuh pada substrat organik yang telah mengalami proses pengomposan. Budidaya jamur kancing pertama kali dilakukan di Prancis yakni sekitar tahun 1975. Di negeri asalnya tersebut jamur ini tumbuh ideal pada suhu 15-17˚C. Jamur yang juga dikenal dengan jamur champignon ini dapat dibudidayakan pada skala rumah tangga dengan perawatan yang dilakukan secara optimal.

Jamur kancing (Champignon) salah satu jamur pangan yang berbentuk hampir bulat menyerupai kancing, berwarna putih bersih, krem atau coklat muda. Jamur ini mempunyai ukuran 2-4 cm, namun bila sudah besar dan mekar bisa mencapai 20 cm. Jamur kancing termasuk jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia, hal ini dikarenakan peminatnya banyak sehingga pemasarannya pun mudah.

Dalam perawatannya seperti halnya jamur jenis lain, jamur kancing juga memiliki ketentuan mengenai kondisi lingkungan. Budidaya jamur kancing di dataran tinggi membutuhkan suhu antara 28,8˚ – 30˚C, sedangkan di daerah dataran rendah, membutuhkan suhu 24,4 – 26,6˚C, dengan kelembaban 90 – 100%.

Potensi bisnis jamur kancing masih terbilang cerah, karena jenis jamur ini memiliki banyak manfaat. Selain bebas lemak dan rendah sodium, jamur kancing kaya akan vitamin dan mineral serta rendah kalori. Dalam 5 buah jamur ukuran sedang setara dengan 20 kalori serta mengandung sekitar 80-90 persen air sehingga sangat ideal bagi Anda yang sedang mengikuti program pengontrolan berat badan atau diet untuk mengontrol hipertensi.

 Aromanya yang unik dan rasanya yang sedikit manis seperti daging menurut sebagian orang, membuat jamur kancing menjadi salah satu bahan masakan penting dalam aneka olahan jamur kancing. Biasanya jamur kancing digunakan dalam berbagai masakan Barat, seperti pizza, omelet, kaserol, dan gratin.

Sumber gambar : http://organikganesha.files.wordpress.com/2010/04/jamur-kancing-champignon-agaricus-bisporus.jpg