Artikel Jamur

Budidaya Jamur Tiram Mulai Dikembangkan Petani Mamaju

jamur tiramSudah menjadi rahasia umum, jika kelezatan dan manfaat jamur tiram sangat di cari masyarakat. Selain enak dan lezat, jamur tiram memiliki nilai gizi yang tinggi serta mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 persen, tiamin atau vitamin B1, riboflavin atau vitamin B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dalam komposisi yang seimbang.

Namun jangan salah, jamur yang memiliki nama latin Pleurotus ostreatus ini tidak hanya menguntungkan bagi lidah dan kesehatan saja, tetapi juga bagi para pelaku usahanya mulai dari menjual aneka olahan jamur, hingga pembudidayaan semua bisa mendapatkan keuntungan dari tumbuhan satu ini.

Seperti halnya petani di daerah Mamuju, Sulawesi Barat yang kini mulai melirik melakukan budidaya jamur tiram. Dengan mengembangkan bisnis jamur tersebut mereka percaya dapat memajukan kesejahteraan masyarakat terutama warga Kabupaten Mamaju. Modal yang tidak terlalu besar dan mampu menghasilkan keuntungan berlipat inilah yang menjadi alasan semangat mereka untuk terjun menggeluti budidaya jamur.

Pangsa pasar di wilayah tersebut memang masih potensial, banyak rumah makan dan pengelola hotel yang membutuhkan suplai jamur segar untuk diolah menjadi menu masakan. Hal inilah yang membuat petani di Mamuju segera bergerak untuk mengambil kesempatan tersebut. Melihat di daerah Sulawesi Barat sendiri pengembangan bisnis budidaya jamur ini baru dilaksanakan pada akhir 2010 dan pelaku usaha serupa masih jarang ditemukan di wilayah tersebut.

Untuk kebutuhan bibit jamur mereka masih melakukan pemesanan dari Pulau Jawa, sementara bahan baku lainnya seperti serbuk gergaji bisa di dapatkan dengan cuma-Cuma dari masyarakat sekitar, karena di wilayah Sulawesi Barat cukup banyak persediaan serbuk kayu.

Sampai saat ini bahkan para petani jamur masih kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar terutama permintaan dari pihak hotel, karena persediaan jamur belum mencukupi pesanan. Untuk itu, mereka terus berupaya meningkatkan hasil produksi jamur dengan menambah kuantitas baglog jamur.

Sampai saat ini budidaya jamur tiram masih merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram pun cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar guna memenuhi permintaan konsumen terutama di wilayah Sulawesi Barat.

Dengan harga jual jamur segar Rp 25.000/ kg mereka yakin bahwa peluang usaha tersebut dapat menjadi ladang penghasilan, ini merupakan salah satu faktor terkuat mengapa budidaya jamur tiram mulai dikembangkan petani Mamuju. Kalau mereka bisa, anda pasti bisa. Salam sukses

sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/_7Yo4sx0KZh0/TO5alzbuEaI/AAAAAAAAAE4/cXW1z53DJ1s/s1600/1033285_picture0089+jamur.jpg