Budidaya Jamur Lingzhi

Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang terkenal dengan sebutan “Raja obat”. Sebutan tersebut diberikan masyarakat karena khasiat jamur lingzhi dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu panjang tanpa efek samping apapun. Hal inilah yang membuat jamur lingzhi semakin diminati pasar dan mulai dikembangkan masyarakat sebagai peluang usaha.

Pada dasarnya membudidayakan jamur lingzhi tidaklah susah, sebab jamur konsumsi ini bisa tumbuh di berbagai daerah termasuk juga di kawasan Indonesia. Biasanya jamur lingzhi dibudidayakan masyarakat dengan menggunakan media tanam buatan berupa serbuk gergaji kayu yang dibentuk menjadi baglog jamur. Meskipun cukup mudah, untuk bisa menghasilkan panen jamur lingzhi yang baik, diperlukan cara budidaya jamur yang tepat dan berkualitas.

Maka dari itu, berikut kami informasikan beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur lingzhi.

  • Sebelum memulai bisnis budidaya jamur lingzhi, persiapkan terlebih dahulu bibit yang akan Anda gunakan. Usahakan pilih bibit jamur yang benar-benar berkualitas, untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.
  • Selanjutnya tahapan budidaya jamur yang perlu Anda jalankan antara lain sebagai berikut :
  1. Menyiapkan media tanam. Media yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur adalah campuran serbuk gergaji kayu (80-90 kg), bekatul (7-10 kg), kapur CaCO3 (3kg), tepung jagung (1/2 kg), air secukupnya, dan ditambahkan pupuk TSP, urea, ZA (masing-masing 0,7-1%).
  2. Lakukan proses fermentasi media selama 4-6 hari untuk mematikan jamur liar yang merugikan. Selama proses fermentasi berlangsung, lakukan pembalikan media sampai benar-benar merata dan berubah warna menjadi cokelat atau kehitaman.
  3. Selanjutnya media siap dimasukan ke dalam kantong plastik dengan ukuran 30 cm x 20 cm, dengan tebal 0,5 mm dan tinggi 20 cm. Media yang telah dimasukan ke plastik lalu dipadatkan dan dipasang cincin pada bagian atasnya. Terakhir tutup leher baglog dengan kapas untuk menghindari masuknya air ke dalam kantong media.
  4. Tahapan berikutnya yaitu proses sterilisasi. Anda bisa menggunakan tangki bekas, dandang besar, atau dum bekas untuk mengukus baglog jamur. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95-120°C selama 6-8 jam. Setelah sterilisasi selesai, baglog didiamkan di ruang inokulasi hingga kembali ke suhu normal.
  5. Tahapan inokulasi dilakukan di ruang yang telah disterilkan dan dengan bantuan peralatan yang telah steril pula. Inokulasi bisa Anda lakukan dengan membuka kapas penutup botol bibit di atas api spritus dan memasukan stik besi yang telah disterilkan untuk mengambil bibit dari botol dan di tanam ke leher baglog. Goyang cincin baglog agar bibit menyebar ke permukaan media, selanjutnya tutup kembali baglog jamur dengan kapas.
  6. Setelah bibit ditanam, lakukan proses inkubasi untuk menumbuhkan miselium jamur lingzhi. Idealnya jamur lingzhi membutuhkan lingkungan dengan suhu 30-35°C, kelembapan 90-100%, dan cahaya lampu TL 60 watt. Setelah 15-30 hari biasanya miselium tumbuh hingga setengah bagian baglog, dan siap dipindahkan ke rumah kumbung jamur.
  7. Setelah miselium jamur tumbuh memenuhi media baglog, Anda bisa membuka kapas penyumbatnya dan melakukan pemeliharaan jamur dengan baik agar hasil panen yang diperoleh bisa optimal. Letakan baglog jamur di rak-rak yang telah dipersiapkan secara horizontal, satu baris rak bisa diisi 10-15 tumpukan baglog dan menyamping dengan jumlah 20-30 baglog. Setiap barisan baglog diberi penyekat bambu dengan jarak antar baris 80-90 cm. Usahakan kondisi ruang kumbung memiliki suhu 16-28°C, tingkat kelembapan 80-85% dan cahaya lampu TL sebesar 60 watt, untuk mendukung pembentukan tubuh buah jamur lingzhi.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan untuk Anda yang ingin serius menekuni dunia jamur. Segera ikuti pelatihan bisnis jamur sebagai modal awal Anda dan dapatkan untung besar setiap bulannya dari berbisnis jamur.