Pengen punya usaha modal kurang dari 1 juta?

Pengen punya bisnis yang gak ngabisin tenaga?

Pengen punya bisnis yang pasarnya gak pernah habis?

Sekarang waktunya ... Anda punya usaha yang gak ada matinya ...

6 Keuntungan Berbisnis Jamur!

  • Modal Sangat Kecil. Bisa dimulai dengan modal kurang dari 1 juta
  • Permintaan pasar sangat tinggi. Kebutuhan pasar jamur pada tahun 2015 diperkirakan sekitar 17.500 ton dan saat ini baru terpenuhi 13.825 ton pertahun
  • Bisa untung tiap hari. Dengan pengelolaan khusus maka kita bisa panen setiap hari, untung setiap hari.
  • Cepat balik modal. Modal 1 baglog jamur, kembali hanya dengan hasil panen pertama. Jamur bisa 3-4 kali panen.
  • Banyak produk turunan. Anda gak perlu khawatir prodk Anda gak laku dipasaran karena bisa Anda jual dalam berbagai bentuk produk olahan jamur.
  • Tidak perlu skill khusus. Artinya, siapapun bisa berbisnis jamur asal tahu kuncinya.

Banyak Orang yang belum tahu potensi besar bisnis ini.
Segera Raih Peluang ini!
Jangan tunda lagi!
atau Anda bisa kehilangan peluang besar ini!

Menurut data dari Badan Pusat Statistik ( BPS ) Budidaya jamur konsumsi di Indonesia, kian menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan sejak 1980-an, Indonesia telah mulai memasuki perdagangan jamur dunia. Dan meskipun masih sangat kecil dimasa itu, Indonesia sudah termasuk salah satu negara pemasok utama jamur dunia di samping Spanyol, Belanda, RRC, Perancis, Belgia, Jerman, Jepang, Thailand dan Taiwan.

Tapi selain jadi pemasok, Indonesia juga termasuk pengimpor jamur yang tidak kecil. Bahkan tidak jarang, nilai impor jamur Indonesia lebih tinggi dibanding nilai ekspornya. Indonesia sudah termasuk salah satu negara pemasok utama jamur dunia di samping Spanyol, Belanda, RRC, Perancis, Belgia, Jerman, Jepang, Thailand dan Taiwan.

Hal ini dikarenakan konsentrasi produksi jamur Indonesia lebih banyak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri, seperti Singapura, Australia, Inggris, Jerman, Perancis dan Balanda, yang setiap tahun terus mengalami kenaikan sebesar 7,4%. Akibatnya, kebutuhan dalam negeri justru terabaikan.

Badan kesehatan dunia (FAO) menyatakan bahwa jumlah konsumsi sayuran untuk memenuhi standar kesehatan adalah sebesar 65 kg/kapita/tahun. Dari kedua data tersebut terlihat bahwa konsumsi sayur masyarakat Indonesia belum separuhnya dari rekomendasi FAO. Kondisi inilah yang menjadikan peluang usaha jamur konsumsi di dalam negeri masih sangat terbuka lebar.

Di Bandung, seorang penguasa keripik jamur tiram setiap hari beliu memproduksi 50—100 kg keripik jamur tiram. Sampai saat ini dia mengaku belum mampu memenuhi permintaan yang mencapai 500 kg—2 ton. maka peluang untuk budidaya jamur tiram tersebut masih sangat terbuka lebar.

Permintaan pasar terhadap kebutuhan jamur di kota Bogor, Sukabumi, dan sekitar Jakarta saat ini diperkirakan mencapai 5 s/d 10 ton perbulan. Permintaan jamur terus meningkat, berapa pun yang diproduksi oleh petani habis terserap. Kenaikannya sekitar 20%—25% pertahun.

Gambaran tersebut baru merupakan kebutuhan pasar dalam bentuk jamur segar. Padahal jamur konsumsi tidak hanya dipasarkan dalam keadaan segar, tetapi juga dapat diolah lebih lanjut menjadi produk olahan siap saji seperti keripik jamur, abon jamur, nughet jamur, dan makanan olahan jamur lain. Produk-produk tersebut selain meningkatkan nilai tambah juga merupakan perluasan pemasaran untuk menjaring lebih banyak konsumen.

Sampai saat ini jamur lebih banyak diproduksi di Jawa. Berdasar data MAJI (Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia), setiap hari Jabar memproduksi 15—20 ton jamur merang dan 10 ton jamur tiram. Sementara Jateng sebagai sentra jamur kuping dan shiitake, setiap hari memproduksi 1 ton jamur kuping dan 500 kg/hari jamur shiitake. Sebagian besar produksi jamur dipasarkan dalam bentuk segar. Jamur-jamur tersebut kebanyakan dipasarkan ke kota-kota besar yang menjadi tujuan pasar utama jamur selama ini.

Pasar jamur Jakarta misalnya, dipasok dari Karawang, Bandung, Bogor, dan Sukabumi. Dari Cisarua-Bandung saja, setiap hari, tidak kurang dari 3 ton jamur tiram masuk Jakarta. Ir. Misa, M.Sc., petani jamur merang di Karawang, memprediksi, kebutuhan pasar Jakarta terhadap jamur merang sekitar 15 ton/hari. Sementara Karawang baru mampu memasok 3 ton. Untuk jamur kuping terutama diserap pasar Jateng lantaran banyak dibutuhkan industri jamu. Walau demikian, jamur kuping dari Jateng pun masuk Bandung, sehari tidak kurang dari 200 kg. Pasar jamur terbuka lebar. Oleh karena itu, berbisnis jamur sungguh merupakan peluang bisnis yang luar biasa.

TESTIMONI PESERTA

MATERI HARI 1

Materi Pembuatan Bibit dan Budidaya Jamur Tiram

  • Persiapan Pembuatan Bibit Jamur
  • Memilih jamur indukan
  • Persiapan ruangan
  • Persiapan alat bahan
  • Inkubasi
  • Mengenal jenis-jenis jamur
  • Mengetahui kondisi ideal tumbuhnya jamur
  • Cara perawatan jamur
  • Membuat kumbung jamur yang ideal
  • Praktik pembuatan baglog
  • Mengenal penyakit pada budidaya jamur

MATERI HARI 2

Hari ke 2 : Materi Olahan Jamur

  • Pemasaran hasil panen jamur
  • Analisa Usaha jamur
  • Kunjungan ke petani jamur (Sekaligus dengan praktek olahan )
  • Membuat Keripik Jamur Tiram & Kuping
  • Membuat Sate Jamur
  • Membuat Abon Jamur
  • Membuat tongseng Jamur

AGENDA

Agenda Training Terdekat,

#Angkatan ke-54
Jumat-Sabtu, 24-25 Maret 2017

Lokasi:

Kantor BisnisUKM.com
Puri Gentan Asri No.21
Bulusan, Sardonoharjo, 
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

INFO TRAINING:

0812-1511-1415

FASILITAS

  • Modul  
  • Konsultasi Konsultasi & Pendampingan Pasca Training.
  • Grup Alumni  
  • Antar - Jemput Tempat Training – Penginapan (Hotel Borobudur/ Kangen Boutique Hotel)
  • Sertifikat